Home » Technology » Mengenal Sejarah Ethereum dan Vitalik Buterin

Mengenal Sejarah Ethereum dan Vitalik Buterin

Ethereum adalah sebuah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar (smart contracts). Platform ini di luncurkan pada tahun 2015 oleh seorang programmer muda bernama Vitalik Buterin.

Sebelum Ethereum, Bitcoin adalah satu-satunya platform blockchain yang ada, tetapi Bitcoin hanya memungkinkan penggunaannya sebagai mata uang digital. Ethereum memperluas kemampuan blockchain dengan memungkinkan penggunaannya untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar.

Mengenal Sejarah Ethereum dan Vitalik Buterin

Mengenal Sejarah Ethereum dan Vitalik Buterin
Image Source : flickr.com/photos/techcrunch

Sejarah Ethereum

Sejarah Ethereum di mulai pada tahun 2013-an saat itu Vitalik Buterin mulai menulis whitepaper tentang platform blockchain baru yang akan memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi. Pada saat itu, Buterin bekerja sebagai penulis untuk majalah Bitcoin Magazine. Dia merasa bahwa Bitcoin memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar(smart contracts).

Buterin selanjutnya membentuk sebuah tim pengembang untuk membangun platform Ethereum. Tim ini termasuk Mihai Alisie, Anthony Di Iorio, Charles Hoskinson, Amir Chetrit, Gavin Wood, dan Joseph Lubin. Mereka meluncurkan kampanye crowdfunding pada bulan Juli 2014-an untuk mendanai pengembangan Ethereum. Kampanye ini berhasil mengumpulkan lebih dari $18 juta dalam waktu kurang dari enam mingguan.

Pada tanggal 30 Juli 2015, Ethereum di luncurkan secara resmi dengan versi pertama dari protokol Frontier. Pada saat peluncuran, Ethereum hanya dapat di tambang menggunakan kartu grafis (GPU) dan tidak dapat di tambang menggunakan perangkat keras khusus seperti ASIC. Namun, pada tahun 2016, Ethereum beralih ke versi Homestead yang memungkinkan penggunaan ASIC untuk menambang Ether.

Sejak di luncurkan, Ethereum telah menjadi salah satu platform blockchain terbesar di dunia. Banyak perusahaan dan organisasi besar telah mengadopsi Ethereum untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar. Beberapa contoh penggunaan Ethereum termasuk token ERC-20, yang di gunakan untuk mengeluarkan token kripto baru, dan aplikasi terdesentralisasi seperti CryptoKitties.

Definisi Ethereum ?

Ethereum adalah sebuah platform open-source yang memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi menggunakan teknologi blockchain. Platform ini pertama kali di usulkan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2013 dan di luncurkan pada tahun 2015 setelah berhasil mengumpulkan dana melalui ICO (Initial Coin Offering).

Ethereum menggunakan bahasa pemrograman Solidity untuk membuat smart contract, yaitu kontrak digital yang dapat mengeksekusi perjanjian secara otomatis tanpa perlu melibatkan pihak ketiga. Smart contract ini memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi terdesentralisasi seperti sistem voting, pasar prediksi, dan platform crowdfunding.

Selain itu, Ethereum juga memiliki mata uang digital sendiri yang disebut Ether (ETH). Ether di gunakan sebagai biaya transaksi dalam jaringan Ethereum dan juga dapat di perdagangkan di berbagai bursa kripto.

Kelebihan dari Ethereum adalah kemampuannya untuk memfasilitasi pengembangan aplikasi terdesentralisasi dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan platform blockchain lainnya. Selain itu, Ethereum juga memiliki komunitas pengembang yang besar dan aktif serta dukungan dari berbagai perusahaan besar seperti Microsoft dan JPMorgan.

Namun, seperti halnya teknologi blockchain lainnya, Ethereum juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan utamanya adalah skalabilitas yang masih terbatas sehingga membatasi jumlah transaksi yang dapat diproses dalam satu waktu.

Meskipun demikian, Ethereum tetap menjadi salah satu platform blockchain paling populer dan banyak digunakan hingga saat ini.

Siapa Itu Vitalik Buterin ?

Vitalik Buterin adalah seorang programmer dan penulis asal Rusia-Kanada yang dikenal sebagai salah satu pendiri Ethereum. Lahir pada tanggal 31 Januari 1994 di Kolomna, Rusia, Vitalik pindah ke Kanada bersama keluarganya pada usia enam tahun. Ia menunjukkan minat yang besar dalam bidang matematika dan teknologi sejak usia dini, dan pada usia 17 tahun ia mulai menulis tentang Bitcoin di forum online.

Pada tahun 2013, Vitalik mulai merancang platform blockchain yang kemudian menjadi Ethereum. Ia mempresentasikan ide-idenya di konferensi Bitcoin di Miami pada awal tahun 2014, dan kemudian mendirikan Ethereum Foundation untuk mengembangkan proyek tersebut. Ethereum diluncurkan pada bulan Juli 2015 dengan Vitalik sebagai salah satu pendiri dan pemimpinnya.

Sejak diluncurkan, Ethereum telah menjadi salah satu platform blockchain terbesar dan paling sukses di dunia. Vitalik sendiri telah menerima banyak penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi blockchain, termasuk di antaranya World Technology Award (2014), Forbes 30 under 30 (2018), dan Fortune 40 under 40 (2019).

Selain bekerja di Ethereum, Vitalik juga aktif menulis tentang topik-topik terkait blockchain dan kriptografi. Ia telah menulis untuk berbagai publikasi seperti Bitcoin Magazine, Coindesk, dan Newsweek.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vitalik juga terlibat dalam berbagai proyek filantropi. Pada tahun 2018, ia menyumbangkan sekitar $2,4 juta dalam bentuk cryptocurrency untuk membantu upaya penanggulangan bencana di Uganda.

Dengan kontribusinya yang besar dalam pengembangan teknologi blockchain dan kriptografi, Vitalik Buterin dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi saat ini.

Cara Menggunakan Ethereum Untuk Berinvestasi

Cara Menggunakan Ethereum Untuk Berinvestasi
Image Source : pxfuel.com/en/free-photo-xacml/download

Ethereum adalah salah satu cryptocurrency yang paling populer saat ini. Selain di gunakan sebagai alat pembayaran, Ethereum juga dapat digunakan untuk berinvestasi. Berikut adalah cara menggunakan Ethereum untuk berinvestasi:

1. Membeli Ethereum

Langkah pertama untuk berinvestasi menggunakan Ethereum adalah dengan membeli Ethereum itu sendiri. Anda dapat membeli Ethereum di bursa cryptocurrency seperti Pintu untuk berinvestasi crypto Ethereum.

Setelah membeli Ethereum, Anda dapat menyimpannya di dompet digital yang aman di platform Pintu ini. Pintu adalah perusahaan teknologi blockchain terkemu di Indonesia saat ini, yang merupakan miliki PT Pintu Kemana Saja.

Temen-temen bisa jual dan beli serta investasi asset crypto seperti Ethereum di Platform Pintu ini. Pintu ini sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi anda tidak perlu khawatir ke amanan bertransaksi Crypto di Platform Pintu ini.

Perlu kita ketahui kita juga dapat menyimpan Ethereum dengan dompet fisik seperti Ledger Nano S dan Ledger NanoX yang merupakan dompet berbentuk fisik(Hardware Wallet). Trezor juga sama-sama dompet Ethereum offline yang populer saat ini jadi bisa menyimpan Ethereum secara offline dan tentunya lebih aman.

2. Investasi dalam ICO

Initial Coin Offering (ICO) adalah cara baru untuk mengumpulkan dana untuk proyek blockchain baru. Dalam ICO, perusahaan akan menjual token mereka dengan harga diskon kepada investor awal. Jika proyek tersebut berhasil, nilai token akan meningkat dan investor awal akan mendapatkan keuntungan besar. Namun, ICO juga memiliki risiko yang tinggi karena banyak proyek yang gagal.

3. Investasi dalam aplikasi DeFi

Decentralized Finance (DeFi) adalah aplikasi blockchain yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi keuangan tanpa perantara seperti bank atau lembaga keuangan tradisional. Beberapa contoh aplikasi DeFi yang populer termasuk Aave, Compound, dan Uniswap. Anda dapat menginvestasikan Ethereum Anda dalam aplikasi DeFi ini dan mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada menabung di bank.

4. Investasi dalam NFT

Non-Fungible Token (NFT) adalah aset digital unik yang dibangun di atas blockchain Ethereum. NFT dapat berupa seni digital, koleksi game, atau barang virtual lainnya. Beberapa NFT telah terjual dengan harga jutaan dolar. Anda dapat membeli NFT menggunakan Ethereum dan menjualnya kembali di pasar sekunder.

Dalam berinvestasi menggunakan Ethereum, penting untuk selalu melakukan riset dan memahami risiko yang terkait dengan setiap investasi. Pastikan untuk menyimpan Ethereum Anda di dompet digital yang aman dan tidak pernah memberikan informasi pribadi atau kata sandi Anda kepada siapa pun.

Nilai Tukar Etherum ke Rupiah

Ethereum adalah salah satu cryptocurrency yang populer di dunia. Nilai tukar Ethereum ke Rupiah dapat berubah-ubah setiap saat, tergantung pada permintaan dan penawaran di pasar. Untuk mengetahui nilai tukar Ethereum ke Rupiah saat ini, Anda dapat melihatnya di situs-situs exchange cryptocurrency atau platform trading.

Nilai tukar Ethereum ke Rupiah pada setiap exchange bisa berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan permintaan dan penawaran di masing-masing exchange tersebut. Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi nilai tukar Ethereum antara lain adanya regulasi pemerintah terhadap cryptocurrency, adopsi teknologi blockchain, dan sentimen pasar.

Artikel Lainnya : Ai Vs Manusia Mana yang di unggulkan ? Tentu Manusia!

Akhir Kata

Itulah tentang Sejarah Ethereum dan Vitalik Buterin yang mana Ethereum ini adalah salah satu platform blockchain terbesar di dunia yang memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi. Platform ini diciptakan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2013 dan diluncurkan pada tahun 2015. Ethereum memungkinkan pengembang untuk membuat kontrak pintar (smart contract) yang dapat dieksekusi secara otomatis tanpa adanya pihak ketiga. Kontrak pintar ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dengan aman dan transparan.

Sejarah Ethereum adalah bahwa platform ini telah membawa revolusi dalam teknologi blockchain. Dengan adanya kontrak pintar, Ethereum telah mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dan memberikan solusi baru untuk masalah keamanan dan transparansi dalam transaksi online. Selain itu, Ethereum juga telah menjadi basis bagi banyak proyek blockchain lainnya, termasuk ICO (Initial Coin Offering) yang memungkinkan startup untuk mengumpulkan dana dengan cara yang lebih mudah dan efisien.