Pengetahuan UmumWisata

9 Rumah Adat Bali dan Penjelasannya

 Rumah adat Bali

Rumah adat merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Hampir semua tau tentang Bali, terkenal akan pariwisatanya dan juga terkenal dengan budayanya, salah satunya yaitu tentang Rumah Adat Bali sebagai tempat tinggal masyarakat suku Bali.

Sama seperti di wilayah lainnya, rumah adat di Provinsi Bali sudah barang tentu memiliki filosofis serta makna yang telah dianut secara turun temurun sejak zaman dahulu. Setiap desainnya mengandung arti dan bisa digunakan untuk keperluan yang berbeda.

Daftar Rumah Adat Bali dan Ciri Khas-nya

Berikut ini beberapa daftar nama rumah adat Bali beserta masing-masing penjelasannya

1. Angkul-Angkul

Angkul-Angkul mirip seperti gapura. Fungsinya sebagai pintu masuk bagi pemilik rumah atau siapa pun yang masuk ke sana. Angkul-Angkul memang mirip seperti gapura, tetapi tetap saja ada yang membedakan diantara keduanya. Angkul-Angkul memiliki atap di atasnya, sedangkan hal tersebut tidak ada pada gapura.

2. Aling Aling

Bangunan rumah adat yang satu ini merupakan pembatas antara angkul-angkul dan pekarangan ruangan yang merupakan tempat yang suci. Setiap rumah adat yang ada di Bali pasti memiliki aling-aling karena dipercaya memberikan dampak yang positif.

3. Sanggah

Sanggah merupakan bangunan suci yang letaknya berada di ujung timur laut dari rumah. Adapun fungsi rumah adat Bali yang satu ini adalah sebagai tempat beribadah keluarga besar yang terbiasa melaksanakan sembahyang di sana.

4. Bale Manten

Salah satu bagian rumah adat yang ada di provinsi Bali selanjutnya adalah Bale Manten. Fungsinya adalah sebagai kamar bagi kepala keluarga atau anak gadis. Mengenai bentuknya yakni persegi panjang sedangkan lokasinya berada di bagian Utara. Bale Manten memang harus ada karena orang tua suku Bali benar-benar menjaga anak gadis mereka.

5. Bale Daluh

Sementara itu, Baleh Daluh merupakan tempat untuk menerima tamu. Selain itu, ruangan ini juga bisa dijadikan tempat tidur anak remaja. Bentuk dari Bale Daluh adalah persegi panjang sama seperti Bale Manten. Bale Dauh dibangun dengan menggunakan 9 tiang sebagai penyangga.

6. Rumah Adat Bali Bale Sekapat

Kurang lebih Bale Sekapat mirip seperti gazebo. Bangunannya sederhana dengan atap yang berbentuk Limasan. Digunakan sebagai paviliun dan memiliki 4 tiang. Selain itu, Bale Sekapat juga bisa digunakan untuk bersantai.

7. Bale Gede

Adapun fungsi dari rumah adat yang satu ini adalah sebagai tempat upacara dan juga tempat untuk beristirahat. Bangunan ini memiliki 12 tiang serta 2 buah bale baik pada sisi kiri maupun kanan.

8. Paweregen

Paweregen adalah tempat untuk mengolah makanan. Kurang lebih fungsinya sama seperti dapur. Paweregen terbagi menjadi 2 ruangan, ruangan pertama digunakan sebagai tempat memasak menggunakan kayu bakar. Sedangkan ruangan kedua digunakan sebagai tempat menyimpan bumbu-bumbu masakan sekaligus hasil masakannya.

9. Klumpu

Klumpu atau yang disebut sebagai Jineng merupakan tempat untuk menyimpan bahan pokok seperti beras. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai, dimana lantai bawah digunakan sebagai tempat penyimpanan padi yang belum kering sedangkan di bagian atas digunakan untuk menyimpan padi yang telah kering. Nantinya padi tersebut bakal diolah menjadi beras sebagai bahan pokok makanan masyarakat Bali.

Baca juga : 5 Rekomendasi Spot Foto Keren yang Wajib Anda ketahu jika Berkunjung ke Batam

Itulah dia beberapa nama rumah adat Bali beserta masing-masing penjelasannya. Sebagai warga negara yang baik penting bagi kita untuk saling menjaga setiap budaya yang ada di Indonesia. Dengan menjaganya, maka dapat memperkecil kemungkinan negara lain bisa mengklaim sepihak budaya yang kita miliki. Sekian dan semoga artikel ini bermanfaat bagi semua.

Related Articles Ads

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Thanks...
Close
Close