TipsTIPS DAN TRIK

Macam-Macam Penipuan via Telepon dan Cara Mengatasinya

Penipuan via telepon

Ada banyak macam penipuan via telepon yang sering terjadi saat ini. Salah satu yang paling sering adalah penipuan yang mengatasnamakan institusi tertentu seperti rumah sakit atau kantor polisi dan mengatakan bahwa salah satu anggota keluarga Anda tengah dirawat atau diamankan oleh kepolisian.

Jika hanya membayangkan situasinya, pasti Anda berpikir di era modern ini sudah tidak ada orang yang tertipu dengan modus seperti itu lagi. Namun kenyataannya berbeda, jumlah korban penipuan via telepon justru semakin bertambah.

Sebab sang pelaku memanfaatkan kondisi pikiran korban yang terkejut ketika mendengar kabar baik membahagiakan maupun menyedihkan. Dengan begitu, pelaku lebih mudah memanipulasi pikiran korban untuk memenuhi keinginannya.

Macam-Macam Penipuan via Telepon

Modus penipuan via telepon bukan hanya dengan mengaku dari kepolisian atau dari petugas rumah sakit. Tetapi masih banyak macam penipuan lainnya melalui telepon. Antara lain yaitu:

Penipuan dengan Modus Pemenang Undian

Modus penipuan yang pertama dan salah satu yang paling banyak dialami oleh masyarakat Indonesia adalah pemenang undian dari toko online atau perusahaan tertentu. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pelaku akan memanfaatkan kondisi pikiran Anda, sebagai korban, yang terkejut ketika mendengar kabar bahagia ini.

Karena tidak jarang sang pelaku mengatakan bahwa Anda mendapatkan hadiah berupa uang tunai hingga ratusan juta rupiah. Dan untuk menerima hadiah tersebut, Anda harus melakukan deposit dengan nominal tertentu ke rekening pelaku.

Penipuan dengan Modus Pemenang Beasiswa

Penipuan lewat telepon yang berikutnya ini hampir serupa dengan modus sebelumnya, namun yang ini lebih spesifik mengincar siswa-siswi dan orang tua murid. Tidak jarang para guru juga menjadi korban dari penipuan ini.

Biasanya pelaku penipuan dengan modus ini mengaku bahwa mereka dari institusi yang menyediakan beasiswa untuk murid-murid terpilih. Dalam kasus lainnya, pelaku juga sering mengaku sebagai kepala sekolah yang notabene-nya lebih dekat dan meyakinkan pikiran orang tua murid.

Baca juga : modus penipuan via whatsapp.

Penipuan dengan Modus Teman Lama

Selanjutnya ada modus penipuan dengan mengaku sebagai teman lama. Umumnya dalam modus yang satu ini, pelaku mengawali telepon dengan sapaan “Masih kenal saya ga?” atau “Aku temen SD kamu, masih ingat ga?”. Lalu mereka akan mengaku sebagai orang yang namanya pertama kali Anda tebak.

Penipuan dengan modus ini punya banyak tujuan. Tetapi yang paling sering adalah mereka meminta kirimkan pulsa atau sejumlah uang ke nomor rekening pribadi untuk kebutuhan mendesak.

Banyak juga orang yang mengaitkan modus penipuan ini dengan hipnotis. Sebab meskipun tidak mendengar kabar yang mengejutkan, korban bisa tetap tersugesti untuk mengikuti apa kata pelaku.

Penipuan dengan Nomor Telepon dari Luar Negeri

Dan modus penipuan yang terakhir ini bisa dibilang masih baru. Modusnya adalah dengan menelpon nomor Anda berulang-ulang dengan nomor yang bukan dari Indonesia.

Lalu ketika Anda menelpon balik, biaya pulsa yang terpotong akan sangat besar. Biaya dari telepon tersebut juga akan masuk ke kantong pelaku, bukan ke penyedia provider.

Itulah macam-macam penipuan via telepon yang sering kali terjadi di Indonesia. Jika Anda tidak ingin menjadi korban berikutnya, kami punya sedikit tips sebagai cara mengatasinya.

  • Jangan pernah menerima telepon dari nomor , jika memang penting pasti mereka akan mengirim SMS
  • Kebanyakan institusi pemberi beasiswa, hadiah undian, maupun perusahaan besar tidak akan menghubungi Anda melalui telepon melainkan melalui email atau media sosial
  • Hindari menebak siapa nama penelepon

Semoga artikel ini bisa membantu Anda menghindari penipuan dari telepon maupun dari media lainnya.

Tags
Related Articles Ads

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
You cannot copy content of this page
error: Thanks...
Close
Close