Life Style

Selain Ramadhan, Inilah Jenis-Jenis Puasa Wajib dan Puasa Sunnah yang Harus Diketahui!

Puasa ialah menahan hawa nafsu dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari. Selama berpuasa kita tidak boleh makan dan minum serta harus mampu mengendalikan hawa nafsu. Perlu diketahui, bahwa puasa tidak hanya dilakukan pada saat bulan suci ramadhan seperti saat ini saja. Inilah Jenis-jenis puasa wajib dan puasa sunnah

Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan oleh umat islam di seluruh dunia, karena di dalamnya terdapat berkah yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Sebagai umat muslim yang baik kita harus mengetahui bahwa puasa bukan hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan saja.

Baca Juga : 5 Kegiatan Positif di Bulan Ramadhan yang Bisa Menambah Banyak Pahala

Karena, di luar bulan suci ramadhan terdapat jenis-jenis puasa puasa wajib dan sunnah yang bisa kita lakukan bukan hanya pada bulan suci ramadhan saja.

Berikut ini adalah jenis-jenis puasa dalam islam selain ramadhan yang wajib di Ketahui!

Sumber Gambar : timesofindia.indiatimes.com

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini Jenis-jenis puasa wajib dan sunnah

Jenis-Jenis Puasa Wajib

Puasa wajib ialah puasa yang jika melaksanakannya akan mendapat pahala, dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat dosa. Puasa wajib dilaksanakan oleh setiap umat muslim yang sudah baligh, berakal, dan sehat wajib melaksanakannya.

Puasa wajib dibagi menjadi empat, yaitu :

1. Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan suci ramadhan seperti yang sedang kita laksanakan pada ramadhan tahun 2020 sekarang. Dalam rukun islam, puasa ada pada urutan keempat. Oleh karena itu, jangan sekali-kali meninggalkan puasa ramadhan jika kita masih sehat dan mampu melaksanakannya.

Puasa ramadhan merupakan jenis puasa yang paling umum karena merupakan puasa yang wajib selama sebulan penuh pada bulan suci ramadhan bagi setiap umat muslim yang sudah baligh. Kewajiban untuk berpuasa juga tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Bawarah ayat 183.

2. Puasa Qadha

Puasa Qadha ialah puasa yang kita niatkan untuk menggantikan kewajiban puasa sesudah lewat waktunya. Misal, seperti perempuan haid yang tidak diperbolehkan puasa pada bulan ramadhan dan harus menggantinya pada hari lain di luar bulan ramadhan. Atau orang yang sedang sakit dan dalam perjalanan musafir, mereka harus menggantinya dengan puasa Qadha sebanyak puasa yang ditinggalkan.

Baca Juga : Tips Berolahraga saat Puasa Agar Tetap Sehat

Batas waktu untuk puasa Qadha adalah sampai datangnya kembali bulan ramadhan. Jika tidak dilakukan, maka wajib membayar fidyah yaitu memberi makan kepada orang fakir.

3. Puasa Nazar

Puasa nazar yaitu puasa yang dilakukan karena sebuah janji. Dalam islam, suatu kebaikan yang asal mulanya tidak wajib dikerjakan bisa menjadi wajib apabila dinazarkan. Puasa jenis ini wajib dilaksanakan ketika keinginan atau cita-cita tercapat atau terpenuhi.

Nazar secara bahasa berarti janji, sehingga puasa yang dinazarkan hukumnya wajib.

4. Puasa Kifarat

Puasa kifarat yaitu puasa wajib yang dikerjakan apabila melanggar suatu aturan yang telah ditetapkan. Puasa kifarat bisa disebut juga dengan puasa denda atas pelanggaran berhukum wajib misalnya tidak melaksanakan puasa. Puasa Kifarat bertujuan untuk menghapus dosa.

Jenis-Jenis Puasa Sunnah

Puasa sunnah yaitu puasa yang jika melaksanakannya mendapat pahala serta jika tidak dilaksanakan tidak mendapat dosa. Puasa ini tidak wajib untuk dilaksanakan.

Puasa memiliki beberapa jenis, diantaranya :

1. Puasa Arafah

Puasa arafah yaitu jenis puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa arafah merupakan salah satu amalan yang terdapat pada bulan Dzulhijjah. Perintah untuk melaksanakan puasa arafah tersebut terdapat pada hadist Nabi SAW.

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak melaksanakan haji. Sedangkan bagi umat muslim yang sedang berhaji, tidak ada keutamaan untuk puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

2. Puasa Syawal

Puasa Syawal yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan syawal setelah bulan ramadhan. Puasa syawal bisa dilaksanakan pada hari kedua dibulan syawal selama enam hari. Puasa jenis ini bisa dilakukan secara berurutan ataupun bisa dilakukan secara tidak berurutan.

3. Puasa Senin – Kamis

Seperti namanya, puasa senin dan kamis dilaksanakan khusus pada hari senin dan kamis.Puasa senin dan kamis bermula ketika Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk senantiasa berpuasa di hari senin dan kamis.

Artikel Lainnya : Cara Mendapatkan uang Gratis dari Aplikasi Wewalk

Karena pada hari senin merupakan hari kelahiran Baginda kita Nabi Muhammad SAW dan hari kamis merupakan hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan.

4. Puasa Tasu’a

Puasa sunnah Tasu’a dikerjakan setiap pada tanggal 9 Muharam. Puasa sunnah ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya pada tanggal 10 Muharam.

5. Puasa Asyura

Puasa Sunnah Asyura dilakukan setelah melakukan puasa Tasu’a. Pada bulan muharam disunnahkan untuk memperbanyak puasa, baik di awal bulan, pertengahan, ataupun akhir.

6. Puasa Daud

Puasa Daud bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud As. Jenis puasa ini merupakan puasa yang unik karena dilakukan secara selang-seling (sehari puasa, sehari tidak).

7. Puasa Sya’ban

Bukan hanya bulan suci ramadhan saja yang memiliki keistimewaan, bulan Sya’ban juga memiliki keistimewaan tersendiri. Puasa Sunnah Sya’ban dianjurkan untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Bacaan niat Puasa di Bulan sya’ban

Salah satunya ialah dengan melaksanakan puasa di awal pertengahan bulan Sya’ban.

8. Puasa 3 Hari dipertengahan Bulan

Puasa ini juga dikenal dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh, yang dilaksanakan di tiga hari setiap pertengahan bulan yaitu tanggal 13, 14, 15. Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang diriwayatkan dalam sebuah hadist

“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, 15 (dari bulan hijriyah).” (HR. Ahmad, an-Nasai, dan At-Tirmidzi)

Ayyamul Bidh memiliki arti hari putih karena pada malam-malam tersebut bulan purnama bersinar dengan sinar rembulannya yang putih.

Akhir Kata

Nah, itulah dia Jenis-Jenis puasa sunnah dan wajib dalam islam yang bisa kita laksanakan selain pada bulan ramadhan. Semoga Informasi tersebut bisa menambah wawasan kita semua

Tags
Related Articles Ads

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
You cannot copy content of this page
error: Thanks...
Close
Close